Cara Beternak Burung Murai Batu Beserta Analisa Usahanya

Friday, August 25th 2017. | Ternak Murai

Berikut ini ada beberapa informasi penting mengenai bagaimana cara beternak burung murai batu secara baik dan benar beserta analisa untung ruginya. Kumpulan Beragam Panduan Rahasia Beserta Gambar Maupun Video Cara Paling Mudah Beternak Burung Murai Batu Beserta Analisa Usahanya Dan Harga Terbarunya

Dijaman sekarang ini memelihara burung kicau sudah menjadi hal biasa dan boleh dikatakan lumrah, malah sebagian orang ada yang sudah menjadikan kebiasaan ini sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Bahkan merekan sudah bisa memberi makan keluarga mereka dari hasil menjual burung hasil dari penangkaran.

Nah untuk kalian para pemula yang saat ini merasa sangat membutuhkan informasi mengenai cara beternak burung murai batu yang benar agar bisa cepat menghasilkan anakan berkualitas. Saya kira artikel yang ada dibawah sini patut untuk anda baca lalu pahami sedikit demi sedikit agar kalian bisa paham seluk beluk dunia penangkaran burung murai batu.

Koleksi Gambar Cara Beternak Burung Murai Batu Beserta Analisa Usahanya

Lihat Juga: gambar indukan burung murai batu kalimantan terbaru

Beberapa Hal Yang Wajib Diketahui Oleh Para Penangkar Muda Burung Murai Batu Sebelum Mulai Beternak

1. Tentukan Lokasi Penempatan Kandang

Lokasi penempatan kandang burung murai batu idealnya dipekarangan rumah yang memiliki suasana cukup tenang serta jarang terjadi gangguan atua jauh dari predator. Selain itu lokasi juga harus bisa memenuhi syarat laian seperti memudahkan penangkar dalam membersihkan kandang maupun merawat indukan burung murai batu.

Baca Juga: cara mudah membedakan burung murai jantan dan betina

2. Ukuran Kandang Harus Sesuai

Ini merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan para peternak burung kiacau khsusunya murai batu. Kandang berukuran terlalu besar dapat menyebabkan burung sering terbang sehingga menghabiskan banyak energinya untuk bergerak daripada berproduksi. Sedangkan bila ukuran kandang terlalu kecil menyebabkan burung menjadi terlalu stress sehingga macet reporoduksi.

Referensi ukuran kandang yang sering digunakan para penangkar murai batu

– Kandang ukuran kecil : 60 cm x 60 cm x 60 cm
– Kandang ukuran sedang : 100 cm x 200 cm x 200 cm
– Kandang ukuran besar : 200 cm x 200 cm x 300 cm

Baca Juga: perawatan harian burung murai batu agar jadi juwara

3. Siapkan Peralatan Pendukung

Peralatan pendukungn yang perlu disiapkan diantaranya tenggeran, bahan sarang, tempat pakan dan minum serta sarang murai batu.

– Sarang

Untuk sarang anda bisa menggunakan barang bekas seperti baskom plastik berukuran kecil, anyaman bambu, kuali bekas dan tempat nasi. Menurut para penangkar sebaiknya gunakan sarang yang terbuat dari anyaman bambu karena bisa memberikan rasa sejuk.

– Tenggeran

Sebaiknya gunakan tenggeran yang berbahan kayu dan memiliki ukuran diameter sekitar 0,15 – 0,2 cm dan pasang pada posisi yang tepat agar tidak menganggu keleluasaan si burung.

– Tempat Pakan Dan Minum

Gunakan tempat pakan dan minum yang terbuat dari plastik serta pastikan untuk selalu bersih atau bebas dari bahan kimia. Selain itu tambahkan juga bak atau tempat mandi ukuran sedang.

Baca Juga: cara mudah merawat burung murai batu agar rajin gacor

4. Jaga Kebersihan Kandang

Ini merupakan kunci keberhasilan para penangkar dalam membudidayakan burung murai batu karena dengan tingkat kebersihan yang terjaga indukan tidak mudah terserang penyakit.

Tips cara mudah menjaga kebersihan kandang burung murai batu

– Bersihkan tempat pakan dan minum setiap hari.
– Setiap pagi air minum dan pakan burung harus selalu diganti dengan yang baru.
– Paling penting bersihkan penampungan atau bagian dasar sangkar dari kotoran setiap hari.
– Seminggu sekali sebaiknya bersihkan sangkar secara keseluruhan.
– Setelah dicuci, sterilkan sangkar dengan disinfektan dan jemur dibawah sinar matahari hingga kering.
– Bersihkan juga tenggeran burung murai batu minimal 4 hari sekali.

Baca Juga: jenis penyakit murai batu yang wajib diwaspadai kicau mania

5. Berikan Pakan Yang Tepat

Agar nutrisi burung murai batu bisa terpenuhi sebaiknya berikan pakan yang segar dan bervariasi serta jangna lupa tambahkan vitamin bila diperlukan. Untuk jenis pakannya bisa berupa kroto, ulat hongkong, jangkrik, orong-orong, cacing, belalang dan voer atau por.

Baca Juga: jenis makanan terbaik untuk burung murai batu

6. Terapkan Perkawinan Sistem Poligami

Tujuan sistem perkawinan ini tidak lain untuk menghewat indukan jantan, dalam satu kandang anda bisa mengisi dengan 1 ekor pejantan dan 7 ekor betina yang siap kawin.

Keunggulan menerapkan sistem perkawinan burung murai batu secara poligami

– Menghemat indukan jantan berarti menghemat biaya, sebaiknya pilih yang berkualitas.
– Meningkatkan kuantitas produksi atau anakan murai batu dengan lahan yang sempit.
– Menghemat biaya kandang dan juga pakan yang digunakan.
– Memudahkan kita dalam melakukan perawatan dan pengontrolan.

Cara melakukan perkawinan burung murai batu secara poligami

– Umur calon indukan betina minimal 1 tahun atau sudah siap kawin.
– Silahkan masukan 2 ekor indukan betina dan biarkan selama 2 minggu.
– Kemudian tambahkan indukan pejantan bersama sangkarnya kedalam kandang.
– Biarkan kurang lebih selama 1 minggu atau sampai burung betina mengalami birahi, tandanya mulai berkicau dan mendekati sangkar burung pejantan.
– Setelah itu lepaskan burung jantan dan biarkan hingga terjadi perkawinan.

Baca Juga: cara mudah menjodohkan burung murai agar cepat produksi

7. Perawatan Anakan Murai Batu

– Anakan Umur 7-14 Hari

Untuk anakan yang baru berusia 7-14 hari sebaiknya berikan pakan berupa voer dan kroto yang sudah dicelupkan kedalam air setiap 1 jam sekali.

– Anakan Diatas 15 Hari

Pada usia ini anakan burung murai batu sudah bisa makan kroto secara sendiri atau tanpa perlu bantuan dari indukan maupun pemiliknya.

Baca Juga: pakan untuk anakan murai batu umur 6-30 hari

8. Memandikan Murai Batu

Ritual mandi merupakan salah satu metode yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan serta tingkat birahi burung murai batu agar tetap terkontrol

Beberapa Cara Memandikan Burung Murai Batu Yang Sering Dilakukan Oleh Peternak

– Mandi Karamba

Anda cukup pindahkan burung kedalam sangkar yang sudah berisi bak air dengan ukuran 17 cm x 10 cm x 6 cm lalu biarkan burung mandi secara sendiri.

– Mandi Semprot

Silahkan siapkan semprotan yang sudah berisi dengan air bersih kemudian setel pada setingan yang lembut. Untuk cara menyemprotnya anda tidak boleh mengenai burung murai batu secara langsung, cukup semprotkan air keatas bagian sangkar dan biarkan air sedikit demi sedikit membasahi tubuh murai batu.

Waktu yang paling tepat memandikan burung murai batu yaitu pada pagi hari sekitar 07.00 – 10.00 karena sangat baik untuk menjaga kualitas kesehatan si burung.

Baca Juga: cara memandikan burung murai batu yang benar

9. Menjemur Murai Batu

Waktu penjemuran yang paling baik yaitu sekitar pukul 07.00 – 10.00 pagi atau ketika sinar matahari belum begitu panas dan menyengat. Sedangkan untuk durasi penjemurannya sekitar 20 menit – 60 menit.

Baca Juga: cara mengatasi burung murai batu yang over birahi tinggi

Analisa Perhitungan Untung Rugi Beternak Burung Murai Batu Khusus Untuk Pemula

Modal Usaha

Sepasang Murai Medan = Rp 17.000.000
Sepasang Murai Lampung = Rp 15.000.000
2 Murai Nias Ekor Hitam @Rp 1.250.000 = Rp 2.500.000
2 Murai Betina Medan @Rp 1.500.000 = Rp 3.000.000
Pembuatan Kandang dari bahan batako ukuran 5 x 2 x 2 m = Rp 15.000.000
Pembuatan Inkubator = Rp 3.000.000
Total : Rp 55.000.000

Biaya Operasional Setiap 4 Bulan

Penyusutan kandang 120 hari : 15.000.000 x 4/120 = Rp 500.000
Penyusutan Inkubator 60 hari : 3.000.000 x 4/60 = Rp 200.000
Pakan voer 12 bungkus @Rp 20.000 = Rp 240.000
Jangkrik 3 karung @Rp 50.000 = Rp 150.000
Kroto 3 kg @Rp 100.000 = Rp 300.000
Bayar perawat Rp 450.000

Total : Rp 1.750.000

Pemasukan Penjualan Selama 4 Bulan

2 Pasang Murai Batu Medan Rp 10.000.000
2 Pasang Murai Batu Lampung Rp 3.000.000
2 Pasang Murai Batu Nias Medan Rp 5.000.000
20 Trotolan Anakan Usia 3 Bulan @Rp 1.000.000 = Rp 20.000.000

Keuntungan Selama 4 Bulan

Biaya Penjualan – Biaya Operasional

Rp 30.000.000 – Rp 1.750.000 = Rp 28.070.000

Baca Juga: ciri umum burung murai batu kalimantan

Itulah beberapa penjelasan singkat terkait Cara Beternak Burung Murai Batu Beserta Analisa Usahanya yang bisa saya tulis dan bagikan kepada kalian semua para kicau mania.

Info Terkait Cara Beternak Burung Murai Batu Beserta Analisa Usahanya

beternak murai batu lengkap, cara beternak murai batu di sangkar gantung, cara beternak murai batu tangkapan hutan, cara membuat kandang ternak murai batu, cara ternak murai batu sistem poligami, cara ternak murai batu untuk pemula, ternak murai batu ekor panjang, video ternak murai batu, usaha ternak burung murai, cara ternak murai batu, merawat murai batu agar gacor, cara beternak murai batu, cara beternak murai, vidio ternak burung kicau, cara berternak murai batu yg irit ongkos pakan, beternak burung murai, beternak burung matai, analisa usaha murai batu